Hukum dan Keamanan

Mantan Napiter Mempunyai Usaha Yang Menjanjikan

Merubah Ideologi Tampa Menyentuh Ideologi

POSO,Buletinsulawesi.com-  Mantan narapidanan kasus terorisme di Poso,Sulawesi Tengah. Kini telah menjadi pengusaha ternak ayam petelur yang menjanjikan serta memiliki omset puluhan juta perbulanya.

Dahulunya mereka membenci polri atau merupakan salah satu sasaran mereka, namun hal ini telah berbeda terhadap mantan narapidana ini. Mereka telah berubah dengan memanfaatkan peluang usaha, seperti yang terlihat di desa Tabalu, Poso Pesisir. Tiga mantan nara pidana yang mempunyai peran masing-masing, telah memiliki usaha peternakan ayam petelur dan kini telah berhasil.

Hal ini tidak lepas dari peran serta pihak kepolisian Polres Poso dengan program Madago Raya, khususnya bhabin kamtibmas yang mempunyai pengalaman dibidang peternakan ayam, sehingga bisa merubah ideologi mereka tampa menyentuhnya. Kini mereka tidak ada antara, setiap harinya mereka saling berkordinasi kepada babin agar usaha mereka bisa berjalan dan menguntungkan untuk menghidupi keluarga mereka serta anak mereka bisa menempuh pendidikan yang lebih baik.

Ketiga warga yang menerima bantuan itu yakni Rafli alias Papa Yusuf merupakan mantan napiter kasus penembakan anggota polisi di bank BCA kota Palu yang pada tahun 2016 kemarin bebas dari lapas. Kemudian Ramdhan alias Andang dalam kasus keterlibatan logistik oleh kelompok jaringan MIT serta Supriadi alias Upik Pagar dengan kasus sebagai kurir kelompok MIT, dimana kedua mantan napiter itu pada tahun 2017 kemarin dinyatakan bebas dari lapas.

Kini mereka telah sibuk mengurus ternak mereka dengan adanya program bantuan Polres Poso. Jumlah ayam petelur sediri mencapi 1000 ekor yang setiap harinya mengsilkan 28 rak telur dengan harga per satu raknya 38.000 rupiah.

Supriadi alias Upik Pagar, mengaku bahwa dirinya sangat senang serta berterimah kasih dengan adanya bantuan modal usaha untuk para napiter sehingga dirinya bisa memanfaatkan untuk kebutuhan keluarga mereka. Dirinya juga mengaku bahwa kini dirinya tidak berpikir negartif lagi karena telah sibuk mengurus ternak ayam serta beban untuk menghidupi keluarga telah berkurang. Selain hampir setiap hari mereka berkordinasi serta pengecekan oleh kapolmas setempat untuk memantau perkembangan ayam petelur.

“sekarang suda lumayan enak,saya suda bisa menghidupi keluarga bahkan menyekolahkan anak,sehingga kita tidak ada berpikiran negatif lagi tapi yang kita pikir bagaimana cara agar ayam ini bisa terus serta menghasilkan” kata Supriadi

Sementara itu Bripka serba hidayat dan didampingi Kanit binmasnya Ipda Andi Cakra Bripka serba hidayat mengaku dirinya ditunjuk langsung oleh Kapolres Poso melalui Kasat Binmas dengan pengalaman dirinya beternak ayam petelur, sehingga bisa bekerja sama dengan eks napiter merawat ayam hingga berhasil.

Sementara Ipda Andi Canra mengatakan pembagunan kandang sendiri membutuhkan waktu dua bulan dan kini telah berhasil serta mereka telah menikmati. Dirinya juga menyebutkan bahwa bripka serba hidayat pun mengetahui jika ayam mengalami sakit,pemberian pakan,faksin serta vitamin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button