Hukum dan KeamananPendidikan

Tekan Angka Laka Lantas Dengan Safety Riding & Driving

POSO,Buletinsulawesi.com- Anak sekolah yang masih di bawah 17 tahun memang tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotoratau mobil. Tetapi pemahaman tentang safety riding atau driving tetap diperlukan. Oleh sebab itu, sejumlah sekolah di Poso dilibatkan kegiatan tersebut seperti SMA Negeri 1 Poso, SMA Negeri 2 Poso, SMA Negeri 4 Poso, SMA Negeri 1 Lage, SMK GKST Poso, SMK Negeri 1 Poso serta SMK Negeri 2 Poso. Pada kesempatan itu pula, para siswa atau peserta mendaftarkan diri untuk menjadi Relawan Lalu Lintas Indonesia yang ada di Kabupaten Poso.

Langka yang dilakukan Sat Lantas Polres Poso Guna menekan angka kecelakaan dalam berlalu lintas, selain itu juga jajaran Polres Poso terus melakukan upaya dan Sosialisasi kepada masyarakat terutama bagi generasi Millenial agar tertib dalam bersepeda motor dengan aman (Safety Riding) dan mengendarai mobil dengan aman (Safety Driving). Berangkat dari fenomena tersebut, Jajaran Polres Poso melakukan kegiatan Safety Riding & Driving di lapangan Mako Polres Poso.
Adapun peserta yang dilibatkan yaitu dari kaum Millenial dimana mereka wajib diberi pengetahuan tentang keselamatan berkendara di jalan raya.

Dalam kesempatan tersebut Ipda Risdiyanto KBO Sat Lantas Polres POSO bersama Brigadir Asra Yonatha Putra yang bertindak sebagai Instruktur mengajarkan teknik-teknik dasar berkendara seperti pengenalan, cara penggunaan saftey gear, riding position (cara duduk, fokus pandangan, teknik berbelok).

“Bahwa mulai dari tahap persiapan untuk berkendara harus diajarkan kepada para siswa termasuk masalah kesehatan pengendara, kondisi yang prima, kondisi kendaraan layak untuk digunakan berkendara, serta perlengkapan berkendara”

Slain itu keselamatan para Generasi Millenial berkendara dijalan raya tak lepas dari pengawasan orang tua, dimana para orang tua tidak boleh memberikan kesempatan kepada anaknya untuk berkendara apabila belum memiliki SIM.

Sementara itu para siswa-siswi mengaku mendapat pengalaman yang berharga untuk masa depan sehingga kedepanya lebih tertib berlaluntas. Pasalnya mereka di ajar langsung oleh polisi lalulintas sehingga pada saat nantinya jika ingin memiliki SIM tidak terlalu sulit mengikuti praktek atau sebagainya.

“Saya tertarik belajar safety riding, kebetulan mau bikin SIM dari belajar ini saya jadi tahu ternyata berkendara atau mengemudi harus tahu tekniknya”kata beberapa siswa-siswi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button