Hukum dan Keamanan

Seorang Polisi di Poso Ditembak Anggota MIT

Polisi Jalani Perawatan Intensif, Dua Kelompok MIT Meninggal Dunia

POSO- Dua orang yang belum diketahui identitasnya menembak seorang anggota Polisi Polres Poso, Briptu Ilham yang barus saja tiba di tempat tugasnya, dibank Mandiri Syariah, jalan Pulau Irian Jaya, Poso Kota. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09:30 wita. Berdasarkan rekaman CCTV di bank itu, Briptu Ilham yang baru turun dari motornya langsung diserang dari belakang. Satu orang menembaknya menggunakan pistol jenis FN dan satu lagi berusaha merebut senjata SS1 miliknya.

Berdasarkan rekaman CCTV itu, Briptu Ilham melakukan perlawanan. Sempat terjadi perkelahian sebelum akhirnya kedua pelaku melarikan diri kearah jalan Pulau Irian Jaya. Selang 30 menit kemudian mendengar lagi dua kali letusan, Briptu Ilham sudah terjatuh setelah ditembak dua kali. Saat itu Briptu Ilham langsung dilarikan di RSUD Poso untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi yang diperoleh tim buletinsulawesi.com menyebutkan, pelaku mengendarai sepeda motor matic. Seorang anggota Polisi yang melintas saat kejadian sempat melakukan pengejaran terhadap kedua orang pelaku itu. Pasca kejadian, Kolonel Abdul Rahman (kabag Ops Binda Sulteng) didampingi Dandim 1307 Poso Letkol Catur Sutoyo dan Kapolres Poso AKBP Darno langsung meninjau lokasi kejadian dan turut melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Berbekal sejumlah informasi, aparat keamanan langsung melakukan pengejaran terhadap kedua orang yang kemudian diidentifikasi sebagai Muis Fahron alias Abdullah dan Ali alias Darwin Gobel. Keduanya adalah DPO yang menjadi anggota MIT pimpinan ali Kalora. Polisi yang menutup jalur-jalur keluar kota Poso kemudian terlibat baku tembak dengan keduanya di kawasan Poba’i kelurahan Kayamanya, Poso Kota, tidak jauh dari TPA terpadu milik pemda Poso. Setelah baku tembak yang berlangsung beberapa menit, kedua orang DPO itu tewas dengan luka Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Safril Nursal yang meninjau langsung lokasi kejadian, mengatakan kedua pelaku penembakan anggota polisi terpaksa dilumpuhkan dengan cara ditembak karena memiliki senjata serta membawa bom rakitan di badan.Menurutnya, kedua pelaku merupakan anggota MIT Poso jaringan Ali Kalora yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

“Penembakan yang terjadi dihalaman bank syariah mandiri Poso adalah murni aksi terorisme yang ingin merampas senjata api milik anggota polisi dan bukan perampokan”kata Kapolda

Peristiwa penembakan ini mengingatkan peristiwa penyerangan terhadap 2 anggota Polisi yang berjaga di bank BCA jalan Emi Saelan Palu pada 23 Mei 2011 silam. Saat itu, Bripda Yudistira dan rekannya Bripda Irbar meninggal dunia akibat diserang oleh 4 orang yang menggunakan senjata laras panjang otomatis. Pasca peristiwa itu Polisi melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang kemudian diketahui merupakan anggota Majelis Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button