Hukum dan Keamanan

Pemancing 3 Hari Terombang-Ambing Ditengah Lautan

POSO- Dua personel kepolisian, Hilal dan Abdul Wanga dan satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kominfo Poso Wahab yang dilaporkan hilang saat memancing di perairan Lalanga II, kabupaten Poso, bertepatan hari lebaran Minggu (24/5) lalu akhirnya Senin 25 Mei kemarin sekitar pukul 09:30 wita berhasil ditemukan tim Basarnas ditengah laut dilokasi pemancingan mereka yang. Ketiganya pergi memancing sejak tanggal 22 Mei sekitar pukul 05:30 wita dan berencana akan kembali besoknya.

Setelah tanggal 23 Mei tidak kembali, keluarga mulai mencari ketiganya. Tim rescue Kansar dari Palu kemudian tiba untuk melakukan pencarian terhadap ketiganya. Setelah mellakukan pencarian selama 4 jam, akhirnya tim Sar yang dibantu Polairud dan nelayan berhasil menemukan ketiganya terombang-ambing dilaut karena mesin perahu mereka rusak.

Wilayah pemancingan yang berada di laut dekat perbatasan antara kabupaten Poso dengan Prigi Moutong memang menjadi salah satu spot pemancingan favorit banyak pemancing dan nelayan. Namun karena jaraknya yang cukup jauh dari kota Poso membuat jarang yang pergi kelokasi ini. Pemerintah daerah sejak tahun 2017 lalu telah mendirikan sebuah bangunan ditengah pulau karang kecil diwilayah itu sebagai rumah pemancingan.

Lalanga sebenarnya merupakan gugusan karang seluas kurang lebih 4 kilometer persegi yang secara administratif masuk dalam wilayah desa Tumora kecamatan Poso Pesisir Utara. Sejumlah nelayan mengatakan, wilayah in memenjadi tempat pemancingan ideal untuk mendapatkan ikan-ikan berukuran besar. Namun untuk sampai kesana memerlukan persiapan matang. Mulai dari pengecekan mesin katinting, kondisi perahu hingga perbekalan.

Lalanga sebelumnya sempat diklaim oleh kabupaten Parigi Moutong sebagai bagian dari wilayahnya. Namun masyarakat desa Tumora dan sekitarnya menegaskan, sejak dahulu kawasan itu menjadi lokasi tradisional para nelayan setempat untuk mencari ikan. Bagi para pemancing, salah satu cara paling cepat mencapai lokasi ini adalah dari desa Tumora. Dari sini para nelayan biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit mencapai Lalanga. Sedangkan dari kota Poso membutuhkan waktu antara 2 sampai 3 jam.

Pemda Poso sendiri sempat berencana menjadikan kawasan ini sebagai lokasi wisata yang akan dikembangkan karena keindahan laut dengan gugusan karangnya yang masih terjaga. Namun hingga kini kita belum mendengar adanya perwujudan gagasan itu terlaksana, baik dari tahap perencanaan hingga ke pelaksanaan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button