Hukum dan Keamanan

Ratusan Warga Poso Tuntut Keadilan Atas Penembakan 3 Warga

POSO- Ratusan warga kabupaten Poso yang tergabung dalam Masyarakat Cinta Damai Poso hari Rabu 10 Juni 2020 turun ke jalan menggelar aksi unjukrasa menuntut keadilan dan pertanggungjawaban terhadap penembakan 3 orang warga Poso yakni Qidam Alfazki Mowance, Syarifudin dan Firman oleh oknum anggota Satgas Tinombala yang terjadi pada bulan April 2020 lalu

Aksi warga dimulai dari depan Mapolres Poso lalu ke gedung DPRD Poso untuk menyampaikan aspirasi mereka yang berisi 9 poin tuntutan kepada lembaga perwakilan rakyat itu.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Sugianto Kaimudin meminta kepolisian bertindak adil dan segera memberikan sanksi kepada oknum anggotanya yang diduga telah menembak mati 3 warga Poso yang tidak bersalah.

Dalam salah satu poin tuntutan itu, massa meminta Kapolri mengevaluasi operasi Tinombala atau membubarkannya karena dinilai justru menjadi teror bagi masyarakat khususnya petani di Poso.

Penembakan terhadap 3 orang warga Poso menurut Sugianto Kaimudin menjadi bukti bahwa operasi yang sudah berlangsung sejak tahun 2016 itu justru membawa korban ditengah masyarakat.

Sugianto Kaimudin juga menyinggung penjelasan kepolisian sebelumnya yang menyebut, tertembaknya 2 petani yakni Syarifudin dan Firman karena terjebak dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata pimpinan Ali Kalora. Dalam keterangan kepada beberapa media, saksi yang ada dilokasi kejadian, menyebutkan mereka sedang berteduh disebuah pondok ketika tiba-tiba rentetan tembakan mengarah kepada mereka.

Sebelumnya. Dalam pertemuan dengan 9 orang perwakilan masyarakat di Palu pada 9 Juni 2020, Kapolda Sulteng Irjel Syafril Nursal menyebut, peristiwa penembakan terhadap warga itu adalah ekses operasi. Namun dia menyebut, tidak akan membela anggotanya bila dari hasil investigasi terbukti bersalah.

Dalam aksi di kantor DPRD, massa membakar ban bekas dihalaman dan di jalan depan kantor DPRD, namun kemudian dipadamkan oleh aparat kepolisian yang bertugas.

DPRD Poso sebagaimana disampaikan ketuanya, Sesi K Mapeda saat menemui perwakilan warga ini berjanji akan menyampaikan aspirasi itu sampai ke pemerintah pusat.  Merasa aspirasinya diterima dengan baik. Seluruh peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button