Hukum dan Keamanan

Operasi Tinombala Tetap Dilanjutkan

PALU- Kapolda Sulteng Irjen Syafril Nursal menegaskan, kepolisian tetap akan melanjutkan operasi Tinombala yang akan berakhir akhir bulan Juni 2020 ini. Penegasan itu disampaikannya dalam dialog di radio republik indonesia pada hari Jumat 12 Juni 2020 bersama Bupati Poso Darmin A Sigilipu.

Penegasan untuk tetap melanjutkan operasi Tinombala itu muncul setelah sejumlah kelompok di Poso mendesak agar operasi yang sudah berlangsung sejak tahun 2016 ini dihentikan karena dinilai membuat masyarakat justru menjadi korban. Sejak April hingga Juni 2020, sebanyak 5 orang warga sipil meninggal. 2 orang dibunuh kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora dan 3 orang ditembak aparat keamanan karena disangka bagian dari kelompok DPO.

Kapolda Sulteng Irjen Syafril Nursal mengatakan, sepanjang operasi Tinombala itu, pihaknya sudah berhasil menangkap 172 orang kelompok DPO. Namun jumlah orang yang hendak bergabung dengan kelompok ini juga tidak berkurang. Berdasarkan data yang dirilis kepolisian, jumlah pengikut MIT terus bertambah meskipun banyak yang ditangkap atau ditembak aparat keamanan. Misalnya pada tahun 2011 jumlah DPO MIT berjumlah 11 orang. Dalam operasi Tinombala ditangkap 4 orang. Kemudian ditangkap juga 7 orang yang diluar DPO yaitu mereka yang akan brgabung diatas gunung itu dan mereka yang membantu membawa peralatan-peralatan seperti amunisi dan bahan peledak.

Tahun 2013 jumlah DPO naik menjadi 24 orang. Sebanyak 4 DPO ditangkap. Selain itu ada 3 orang yang juga ditangkap karena akan bergabung dengan kelompok MIT. Tahun 2014 jumlah DPO turun menjadi 20 orang. 2 DPO ditangkap. Sedangkan penangkapan diluar DPO itu ada 25 orang yang siap naik ke atas bergabung dengan kelompok MIT. Tahun 2015 turun menjadi 18 orang. 5 orang ditangkap. Sebanyak 23 orang juga ditangkap karena hendak bergabung dengan kelompok ini. Selanjutnya, tahun 2016 jumlah DPO menjadi 41 orang. Dalam operasi ditangkap 32 orang. Diluar DPO ditangkap 6 orang. Tahun 2017 jumlah anggota MIT yang beroperasi di pegunungan itu tersisa 7 orang karena banyak penangkapan. Namun diluar DPO itu, aparat keamanan juga masih menangkap 10 orang yang hendak bergabung. Tahun 2019 posisinya tersisa 10 orang. Ditangkap 3 orang. Diluar DPO ditangkap 18 orang.

Mengapa kelompok MIT terus mendapat dukungan? terutama anggota baru. Pihak kepolisian menyebut masih banyak pendukung kelompok MIT dibawah gunung. Kapolda bahkan menyebut ada dapur teroris yang terus memproduksi pengikut-pengikut Ali Kalora ini. Karena itu peran pemerintah dalam melakukan program untuk mensejahterakan masyarakat menjadi penting guna merubah pola pikir sebagian warga yang selama ini masih mendukung kelompok berpaham radikal itu.

Pemerintah daerah diminta menertibkan pula lembaga pendidikan yang menurut Syafril Nursal membina kelompok teroris sehingga harus ditutup dan diperiksa mulai dari ijin sampai kurikulum dan para pengajarnya. Jika hal-hal seperti itu tidak dilaksanakan, maka sulit berharap operasi keamanan seperti Tinombala akan dihentikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button