Pemerintahan

Jalan Trans Sulawesi di Desa Watuawu Terputus Akibat Longsor

Pemda Poso Bertindak Cepat

Poso – Jalan Trans Sulawesi di Desa Watuawu terputus akibat longsor pada Kamis pagi, menyebabkan gangguan transportasi dan akses masyarakat. Merespons kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Poso bersama jajaran dinas terkait, TNI, Polri, DPRD, BPJN dan Pemerintah kecamatan/Desa Setempat bertindak cepat untuk menangani dampak bencana.

Setelah menerima laporan bencana alam yang terjadi pada pukul 10.30 di wilayah Dusun 01 RT 02, Pemerintah Desa Watuawu langsung bergerak ke lokasi longsor. Aparat desa memberikan arahan kepada masyarakat di sekitar lokasi longsor untuk segera mengosongkan rumah mereka atau mengungsi ke rumah warga atau keluarga terdekat guna menghindari risiko longsor susulan. Bersama TNI, Polri, BPBD Kabupaten Poso, Dinas PU Kabupaten Poso, dan masyarakat, Pemerintah Desa juga turut mengatur jalannya lalu lintas dengan mengarahkan semua kendaraan melalui jalan desa sebagai jalur alternatif sementara.

Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, menyampaikan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional sehingga penanganannya menjadi tanggung jawab Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

“Kami telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Jalan Nasional untuk memastikan penanganan segera dilakukan. Saat ini, jalan desa telah dipersiapkan sebagai jalur alternatif sementara,” ujar Bupati Verna.

Bupati juga menghimbau masyarakat untuk menjauhi area jalan amblas karena kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.

Hasil koordinasi langsung antara Bupati Poso dan Kepala BPJN meliputi:

-Pengiriman Jembatan Bailey – BPJN sedang mengirimkan jembatan darurat untuk dirakit di lokasi. Diperkirakan pemasangan memerlukan waktu 2-5 hari.
-Penanganan Awal – Tim BPJN menuju lokasi untuk penanganan darurat.
-Jalur Alternatif – Jalan desa digunakan sebagai jalur sementara. Mobil skylight telah dikerahkan untuk pemasangan penerangan di jalur alternatif dan lokasi longsor.

BPBD Kabupaten Poso juga telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat, di antaranya:

-Melakukan kaji cepat untuk menghitung korban terdampak dan perkiraan nilai kerugian.
-Membantu masyarakat mengamankan harta benda ke lokasi yang lebih aman.
-Berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, kepolisian, dan instansi terkait untuk pengalihan lalu lintas sementara.
-Mendirikan tenda pengungsi di lokasi aman untuk masyarakat terdampak.

Langkah-langkah tanggap darurat terus dilakukan dengan harapan transportasi dapat kembali normal dalam waktu dekat. Pemerintah Kabupaten Poso menegaskan komitmennya untuk mendampingi proses perbaikan oleh BPJN dan memastikan keselamatan masyarakat selama masa penanganan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan mendukung upaya pemerintah dalam menangani bencana ini.(Man/Ikp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button