Hukum dan Keamanan

TMMD Perkenalkan Beladiri Yongmoodo Kepada Anak-Anak Desa Doda

Anak Laki-Laki Dan Wanita Semangat Belajar Beladiri yongmoodo

POSO,Buletinsulawesi.com- Puluhan anak usia 7-12 tahun mengikuti latihan beladiri Yongmoodo yang diselenggarakan oleh TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102, Kodim 1307/Poso. Bertempat di lapamgan sekolah desa Doda,kecamatan Lore Tengah,Kabupaten Poso.

Anak-anak tersebut terlihat antusias dan bersemangat mempelajari beladiri yang wajib diketahui setiap anggota TNI. Kegiatan tersebut diikuti 50 orang anak laki-laki dan wanita yang didampingi tiga orang pelati dari TNI.

Salah seorang pelatih Yongmoodo dari Kodim 1307/Poso, Serda Ramto kepada wartawan di arena latihan mengatakan, Yongmoodo merupakan gabungan beberapa jenis beladiri seperti taekwondo, aikido, judo, karate dan sejumlah beladiri tradisional Korea yang mengandalkan ketepatan, kecepatan dan kekuatan dalam perta­rungan jarak dekat.Beladiri ini mulai masuk ke Indonesia sejak 2008 dan diprakarsai oleh Letjen TNI George Toisutta yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkos­trad). Selain itu Yongmoodo merupa­kan beladiri militer yang wajib dikuasai oleh semua prajurit TNI.

Semangat anak-anak ini luar biasa pada saat mengikuti latihan sehingga gerakan-gerakan yang diajarkan dengan mudah dicerna dan dihapal mereka.

Dijelaskannya, Yongmoodo terdiri dari tiga kata, yaitu yong adalah naga, moo adalah beladiri, dan do adalah cara. Intinya, berlatih dan bertahan hidup. Beladiri yang diajarkan kepada anak-anak ini mempunyai kelebihan dalam teknik bantingan dan kuncian.

Menurut otoritas pejabat militer setempat, latihan beladiri Yongmoodo akan digelar setiap hari selama pelaksa­naan TMMD berlangsung. Setiap kali latihan akan diikuti sebanyak 50 hingga 70 orang anak.

“Latihan ini sebagai dasar antisipasi kejahatan terhadap anak yang marak terjadi belakangan ini,” Ramto

Semangat anak-anak ini, menurut Ramto, luar biasa pada saat mengikuti latihan sehingga gerakan-gerakan yang diajarkan dengan mudah dicerna dan dihapal mereka.

Dijelaskannya,beladiri yang diajarkan kepada anak-anak ini mempunyai kelebihan dalam teknik bantingan dan kuncian.(FIR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button