Pemerintahan

Di Era New Normal Bupati Sarankan Warga Poso Konsumsi Pangan Lokal Non Beras

POSO- Kepala dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng, Abdullah Kawulusan mengatakan jika masyarakat Sulteng tidak memperhatikandan mengaturkonsumsi beras atau nasi, maka oknum itu terus menjadikan dirinya bank gula. Sebab dengan terus mengkonsumsi nasi dengan takaran yang melebihi akan sangat mengganggu kesehatan kita. Makanya harus diselingi denga mengkonsumsi pangan lokal yang berkarbohidrat seperti yang dikonsumsi orang tua kita dulu. Hal tersebut diungkapkanya pada kegiatan road show gerakan diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat non beras tahun 2020 yang digelar di halaman dinas ketahanan pangan kabupaten Poso.

“Tujuannya adalah antisipasi krisis pangan global, dan kekeringan. Penyediaan pangan alternatif sebagai sebagai sumber karbohidrat lokal yang beragam. Menggerakkan ekonomi masyarakat. Mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat, aktif dan produktif melalui kecukupan pangan yang beragam seimbang dan aman,” sebutnya.

Sementara sasarannya adalah menurunkan ketergantungan pangan beras dengan pangan lokal yang berkarbohirat dan sangat baik.
Ini sebagai kegiatan gerakan pangan lokal beragam, bergisi, seimbang dan aman (B2SA)

Sedangjan Bupati Poso Arfan mengatakan, makanan lokal saat ini terkesan tergerus oleh masuknya makanan instan siap saji yang saat ini sangat mudah didapatkan.padahal kandungan gizi dari pangan lokal tersebut sangat tinggi. Seperti Sagu, ubi kayu, ubi jalar dan jenis pisang pangan lokal lainnya non beras. Dia juga mengajak warga untuk mengkonsumsi pangan lokal minimal sekali seminggu, tapi yang terbaik konsumsi pangan lokal setiap hari.

“Apalagi dimasa pandemi saat ini pangan lokal sangan baik dikonsumsi sebab jauh dari segala macam pengawet dan zat berbahaya lainnya. Hasilnya ternyata karbohidrat dari pangan lokal non beras banyak menjadikan beratus pejabat yang sangat jenius dan bermanfaat bagi pembangunan daerah ini,” ujarnya.

Bupati Poso mengakui disaat pandemi covid -19 ekonomi Poso bergeliat. Melalui UMKM. Dengan menyediakan makanan-lokal non beras yang berkarbohidrat dalam menjajakan penganan kepada masyarakat. Namun yang perlu diperhatikan adalah higenisnya prodak makanan tersebut. Pemda Poso juga menganggarkan bantuan untuk para UMKM melalui dinas terkait dan B2SA. Kami juga telah beberapa waktu lalu mengkampanyekan sehari tanpa makan nasi.

“Kami telah melalukan beberapa kegiatan seperti pameran makanan cerdas, pelatihan meramu makanan lokal non beras, dan sejumlah kegiatan lain. Program lomba cipta menu non beras kepada pengurus PKK sampai di desa. Gema setanase atau gerakan sehari tanpa makan nasi, ” tutur Bupati.

Sedangkan kadis Ketahanan pangan kabupaten Poso Rusnah Mangun pada kegiatan tersebut mengakui, jika program sekali sehari tanpa nasi untuk Poso telah tercapai 100 persen. Sementara loba cipta menu kami lakukan dan pembarian makanan bergisi pada ibu hamil telah kami lakukan lewat program B2SA. (dy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button