Kesehatan

36 Tenaga Medis Positif, RSUD Poso Ditutup Sementara

POSO- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Poso menutup sementara empat jenis layanan yang ada mulai hari ini 19 Desember hingga 14 hari kedepan. Keputusan itu dilakukan setelah 36 orang tenaga medis mulai dari perawat sampai dokter yang bekerja disana dinyatakan positif covid19.

Dalam surat bernomor 445/1736/RSUD Poso/XII/2020 perihal persetujuan penutupan pelayanan di RSUD Poso yang ditujukan kepada Bupati yang ditandatangani Sekretaris RSUD Poso Risa Rerungan, disebutkan ada 4 layanan kesehatan yang ditutup selama 14 hari kedepan adalah Instalasi Gawat Darurat, poliklinik/rawat jalan, pelayanan bedah sentral/kamar operasi dan pelayanan pemeriksaan radiologi.

Penutupan layanan di rumah sakit terbesar di kabupaten Poso ini dilakukan untuk memutus penyebaran pandemi covid19. Dengan ditutupnya 4 layanan itu maka RSUD Poso kini hanya membuka pelayanan poli covid19 dan pelayanan rawat inap untuk pasien yang sementara dirawat.

Penutupan sementara RSUD Poso memiliki dampak yang cukup serius bagi masyarakat umum yang membutuhkan perawatan kesehatan. Sebab RSUD Poso merupakan pusat layanan kesehatan yang melayani pasien rujukan dari seluruh puskesmas yang ada di kabupaten Poso. Belum lagi pasien umum yang biasanya berobat disana.

Pilihan lain bagi warga Poso yang membutuhkan perawatan adalah RSU Sinar Kasih Tentena. Namun hal ini tentu tidak mudah. Dalam wawancara di radio Mosintuwu beberapa waktu lalu, ketua Satgas Posko Covid19 mengatakan tenaga dokter dirumah sakit umum Sinar Kasih Tentena hanya terdapat 3 orang dokter umum dan 1 dokter kandungan serta 15 perawat yang bersiaga setiap hari.

Sebelumnya direktur RSUD Poso, dokter Massalindri Hasmar mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya sudah mengalami kekurangan tenaga kesehatan karena dalam 3 minggu sebelumnya, 20 orang perawat, tenaga farmasi dan tenaga laboratorium di rumah sakit yang dipimpinnya terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Untuk mengatasinya, kini manajemen rumah sakit membagi-bagi shift, ada petugas medis yang masuk, ada yang tidak masuk.

Di RSUD Poso, tercatat ada 20 orang dokter ahli, 10 dokter umum. Terdapat juga sekitar 600 orang perawat. Upaya untuk menjaga agar para tenaga kesehatan ini tidak tertular covid19 sudah berusaha dilakukan dengan menyiapkan mekanisme screening bagi pasien yang datang berobat termasuk menyiapkan perlengkapan seperti pakaian Hazmat serta Alat Perlindungan Diri untuk para petugas dirumah sakit.

Agar teratur, managemen RSUD Poso juga menyiapkan mekanisme kerja mulai dari petugas yang ada di bagian pintu masuk rumah sakit, petugas yang menyemprotkan disinfektan hingga petugas kebersihan untuk menyambut jika ada pasien yang masuk. Namun upaya ini masih belum bisa membendung penyebaran virus corona di lingkungan rumah sakit.

Sebelumnya dinas kesehatan provinsi sulawesi tengah telah menetapkan kabupaten Poso berstatus wilayah transmisi lokal yang artinya virus Corona menyebar diantara warga lokal. Selain itu, kabupaten Poso berstatus zona merah covid19.

Data terakhir dinas kesehatan provinsi sulawesi tengah hari Jumat 18 Desember 2020 kemarin menyebutkan, ada 142 orang warga Poso yang terkonfirmasi positif covid19 dan kini sedang menjalani perawatan. 10 orang dirawat di RSUD Poso, sedangkan 132 orang menjalani karantina mandiri.

Data ini berbeda dengan yang dirilis dinas kesehatan kabupaten Poso Jumat tanggal 18 Desember yang menyebutkan saat ini ada 90 orang yang sedang menjalani perawatan di RSUD Poso maupun karantina mandiri.(Pian)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button