Wisata

Tugu Paskah Jadi Objek Wisata Rohani

POSO,Buletinsulawei.com- Pada Jumat 10/05/2019 rombongan obor Paskah Nasional dengan menggunakan kapal motor, menyusuri pinggiran danau tektonik Poso menuju deretan batu-batu indah (batu naga) yang terbentuk ribuan tahun lalu terletak diantara Desa Peura dan Dulumai untuk melepas ribuan bibit ikan mujair, ikan mas serta ikan sidat yang merupakan salah satu icon Kabupaten Poso. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan menambah populasi jenis ikan kebanggaan warga Kabupaten Poso. Selanjutnya peletakkan batu pertama pembangunan Tugu Paskah yang diberi nama dalam bahasa Pamona Buyu Takumbo’o dilanjutkan dengan penanaman 500 batang pohon Mahoni.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Yan Edward Guluda, SH., MH nantinya Tugu Paskah ini menjadi objek wisata Rohani bagi siapa saja yang ingin berkunjung juga sebagai bonus bagi wisatawan yang ingin menikmati Kesakralan Gua Pamona sembari bersantai karena nantinya ditempat ini juga akan dibuat gazebo sebagai tempat istirahat dan spot berfoto dengan latar Tugu Paskah, deretan pohon-pohon dan pesona sekitar Danau Poso. Pengerjaannya diupayakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pembangunan ini juga sebagai pengingat bahwa Paskah Nasional pernah dilaksanakan di Kabupaten Poso karena belum tentu dalam beberapa waktu ke depan momen seperti ini bisa mampir lagi ditempat kita. Rencananya akan dibuat jalan melingkar dari pinggir jembatan Pamona II menuju ke sini untuk memudahkan wisatawan.

Kata Kunci Kehidupan beragama menurut Laksma TNI Yusuf, SE., MM adalah toleransi beragama. Marilah secara bersama menjaga NKRI yang merupakan kewajiban kita. Kesenjangan Sosial merupakan celah masuknya paham-paham radikal.

Senada dengan hal tersebut, Raja Tapanuli Selatan mengatakan toleransi yang dapat menyatukan perbedaan. Testimoni yang mendukung hal tersebut, adalah seperti yang saya alami sendiri. Masyarakat yang berada disekitar Istana adalah 100% Muslim, di dalam istana sendiri hanya kami yang beragama Nasrani. Namun roda kehiduoan berjalan sebagaimana mestinya secara teratur. Tidak ada yang tidak bisa jika hati kita tulus suci melakukan segala hal dengan baik. Toleransi merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kebaikan itu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Back to top button